Petunjuk Al-Quran

Hadiz Muslim

Sunday, May 23, 2010

Secangkir Starbuck Senilai Secangkir Darah Palestina dan Lebanon



COME, Riyadl - Ini bunyi sebuah aksi BOIKOT produk Amerika dan Israel oleh warga Saudi di sebuah kafe terkenal dan tersebar di kota-kota negara kerajaan ini. Kafe Starbuck memang memberikan dananya langsung kepada Israel yang sampai kini meneruskan aksi brutalnya membunuhi rakyat Palestina dan Libanon.
Para aktifis boikot ini meletakkan kafe ini di urutan pertama dari perusahaan, produk, dan restoran yang diboikot. Islamonline menegaskan, aksi anti perusahaan kafe kelas internasional Strarbuck ini mulai marak sejak dipublikasikan sebuah artikel pemimpin pelaksana perusahaan, Howard Schultz di situs Zayubidia yang sangat peduli dengan kepentingan Israel dan dirinya menegaskan, perusahaanya memberikan sumbangan setengah keuntungannya untuk negara Israel sejak negara zionis melakukan invasinya ke Libanon.
Dalam artikelnya, Schultz berterimakasih kepada “pelanggan yang rela” memberikan satu cangkir kopi yang mereka beli dari perusahaannya untuk mendukung dan menjaga keselamatan Israel dari serangan ‘teroris’. Ia juga mengingatkan kepada semua warga Yahudi untuk melindungi Israel.
Sejak dipublikasikan artikel inilah warga Saudi mulai menyebarkan informasi ini melalui pesan singkat di telepon genggam yang menyerukan untuk melakukan boikot kafe Strabuck. Salah satu bunyi SMS ini adalah “hati-hati… anda mendukung Yahudi dengan secangkir kopi… boikot Starbuck.” Dalam internet juga tersebar poster yang berunyi “pemimpin perusahaan Starbuck menyumbang setengah keuntungannya untuk pemerintah Israel sejak perangnya atas Libanon… saya bersaksi kepada Allah dan malaikatnya bahwa saya memboikot Starbuck”.

Schultz Yahudi
Aksi boikot semakin mendapatkan angin segar dan dukungan luas ketika Dr. Abdul Wahhab bin Said Al Qahthani, asisten dosen fakultas Manajemen Strategis dan Pemasaran Universitas Malik Fahd bahwa Schultz, pemimpin perusahaan Starbuck adalah zionis di urutan pertama dan pendukung kental politik Israel.
Menurut Qahthani membeli produk Starbuck sama bahayanya dengan penghinaan harian di Denmark terhadap Rasulullah. Sebab mereka mengambil harta kita dari negara-negara Arab dan Islam untuk mendanani perang terhadap Palestina, membunuh anak-anak, kakek nenek, wanita dan pejuang kemerdekaan. Menyumbang harta untuk mereka sama saja dengan mengina Islam dan umat Islam, tegas Qahthani.
Schultz sendiri, tegas Qahthani, pada tahun 1998 dalam perayaan ulang tahunnya ke 50 mendapatkan pernghargaan dari Israel kerena telah menyumbangkan dananya kepada Israel dan memperbaiki citra Israel serta menjelekkan citra anak-anak Intifadlah Palestina yang disebut Schultz sebagai teroris dan anti Semit.
Perang ekonomi
Karenanya, pekar Saudi ini mengajak untuk menggalakkan boikot terhadap kafe-kafe Amerika. Ia mengatakan, budaya perang ekonomi harus diterapkan oleh umat Islam dengan memboikot perusahaan pendukung Israel. Sebab umat Islam tidak memiliki kekuatan militer untuk membela hak-hak mereka.
Menari di atas mayat saudara sendiri
Qahthani mengecam sikap umat Islam yang tidak mau melakukan aksi boikot “bagaimana kita menikmati minum kopi Starbuck dan kita sadar kalau harta kita disumbangkan untuk mendukung Israel agar semakin ganas membunuhi umat Islam”.
Jihad dengan harta
Para pendukung aksi boikot ini baik di ruang internet atau lewat telepon genggam banyak memandang bahwa langkah ini merupakan jihad dengan harta.
Perusahaan kafe Starbuck belakangan mengumumkan laba pada kwartal kedua tahun 2006 ini mencapai 1,9 milyar USD. Dan kini ia sedang merencanakan membuka kafe 1800 baru di seluruh dunia hingga akhir tahun ini.
Di Arab Saudi saja Caffe Shoop milik Starbuck beromset 15 milyar Reyal setiap tahun.
Rakyat Saudi dukung boikot
Meski secara resmi Saudi mengkritik langkah Hizbullah, namun kampanye anti produk Israel dan Amerika ditanggapi rakyat dengan antusias. Hal itu bisa dilihat melalui telepon genggam atau internet.
Hingga hari ke 29 invasi ke Libanon, Israel sudah membunuh 1090 orang mayoritas kaum sipil, 30% anak, dan 3570 orang luka-luka serta lebih 1 juta orang mengungsi. Kerugiaan fisik diperkirakan bernilai milyaran USD menurut laporan resmi pemerintah Libanon. (atb)

Sumber: Infopalestina
Saturday, 17 November 2007 09:20
info dakwah.

0 comments:

~MaRi MenGaJI~

Sahabat Seperjuangan~